Selamat datang Juragan semua di STAR PULSA distributor Pulsa elektrik murah dan handal dilengkapi PPOB dengan fasilitas Webreport,Web TopUp dan anda yang mempunyai printer anda bisa mencetak struk sebagai bukti pembayaran.
System star pulsa bisa dijangkau di kota kota seluruh Indonesia sepeti Tomohon Lombok Palu Ambon Ternate Tidore Padang Parepare Pakanbaru Riau Pangkalpinang dll kota yang tidak kami sebut satu persatu.
Cara bergabung via sms ketik:
MASTERONE#NAMAOUTLET#
KEC#KAB
Contoh:
MASTERONE#UNTUNGCELL#
MANTINGAN#NGAWI
kirim ke salah satu sms center berikut;
082328919222
082322225727
085768411222
085732223642
081946321222
081973265666
Bila beberapa menit sms dikirim
belum mendapat balasan kirim ke center lain/cek format anda mungkin ada
kesalahan.
***
Bagi anda yang berniat atau sedang
menggeluti usaha di bidang bisnis pulsa elektrik dengan mengelola server pulsa
sendiri,ada beberapa cara menjalankan server pulsa yang baik dan benar
agar nantinya usaha anda ini bisa menjadi lebih professional.
Berikut ini adalah Cara menjalankan
server pulsa yang baik dan benar .sumber tulisan ini saya ambil dari salah satu
rekan blogger dimana tulisan ini berdasarkan pengalaman yang didapat dari
menjalankan server pulsa.
1.Membuat Prosedur (Work Planning)
Buatlah prosedur standar penanganan
masalah pada hardware, software, jaringan, simcard, operator atau modem Anda
berdasarkan manual hardware/software/jaringan/operator yang Anda miliki. Buat
pula prosedur standar penanganan komplain. Bedakan masalah pulsa tidak masuk
karena gangguan dengan masalah karena sistem. Kecil kemungkinan seluruh
komponen sistem: hardware, software, jaringan, simcard, operator atau modem
anda bermasalah pada saat bersamaan. Kemungkinan itu memiliki istilah: Anda
bernasib buruk.
Jangan lupa, informasi kontak yang
harus dihubungi jika terjadi problem, supaya Anda atau staff tidak salah
sambung. Kalau problem pulsa tidak masuk, kontak pihak Customer Service milik
operator atau penyedia host-to-host, bukan ke software developer.
2. Menyusun Denah Sistem (Network
Planning)
Buatlah skema yang menggambarkan
layout jaringan (LAN), layout perkabelan (wiring), dengan informasi spek untuk
masing-masing komputer. Anda bisa menggunakan software Microsoft Visio untuk
membuat denah dengan mudah. Kalau Anda tidak terbiasa dengan Microsoft Visio,
cukup membuat gambarnya dengan pensil. Pasang di whiteboard atau papan
pengumuman di ruangan Anda. Jika Anda punya denah dengan Microsoft Visio, Anda
bisa mengirimkan denah jaringan dan perkabelan jika teknisi atau staff support
membutuhkan informasi tersebut.
Buat skema yang menggambarkan
kondisi jaringan Anda. Buat alokasi IP sendiri, blok IP mana untuk server, blok
IP mana untuk router, blok IP mana untuk PC lain, blok IP mana untuk laptop,
dll. Jangan gunakan DHCP atau ip dinamik untuk server dan komputer-komputer
yang bekerja melayani transaksi. Gunakan blok IP DHCP untuk komputer lain misalnya
laptop yang jarang menggunakan kabel karena terkoneksi dengan WI-FI.
3. Sediakan Ruangan Khusus Untuk
Server
Pisahkan server pulsa dari ruangan
customer service, helpdesk, atau frontdesk dengan meletakkannya di tempat yang
tidak bisa dijangkau oleh anak kecil. Jika ruangan Anda kecil, anda bisa
menyiasatinya dengan menggunakan rak agar bisa menghemat space.
Jangan sekali-kali meletakkan server
di frontdesk hanya untuk pamer kepada customer Anda. Server dan sistem Anda
tidak membutuhkan pujian dari customer Anda, tapi membutuhkan pengelolaan yang
benar dan baik.
4. Supply Listrik yang Tepat (Power
Planning)
Jangan sekali-kali menganggap sepele
sistem supply listrik. Pelanggaran prosedur ini adalah resiko kebakaran dan
rusaknya komponen catu daya (power supply) pada sistem Anda.
Hitung konsumsi daya maksimum untuk
masing-masing perangkat listrik, komputer, monitor CRT, monitor LCD, modem GSM,
charger handphone, speaker sound system, dan lain-lain. Gunakan power outlet
yang sesuai untuk konsumsi daya tersebut. Jangan gunakan power outlet 5A untuk
kebutuhan daya 2000 watt.
Power outlet tembaga memiliki konduktifitas paling baik namun cepat panas dan
jika case plastiknya jelek akan cepat meleleh. Pakai bahan kuningan lebih baik.
Jika Anda bingung, cari saja merek Broco (luar) atau Uticon (lokal). Agak mahal
sedikit, tapi jauh lebih kuat.
Mini Circuit Breaker (MCB)
Sebelum membuka jalur supply listrik
khusus server dan perangkat lainnya, pasang MCB antara ruangan server dengan
kantor. Jika terjadi sesuatu dan menyebabkan lonjakan daya, listrik di kantor
Anda tidak akan drop. Siapa tahu, tengah malam pegawai baru Anda menyalakan
heater untuk bikin kopi, kabelnya dicolok ke power outlet di ruangan Anda dan
bikin lonjakan daya yang cukup tinggi. Kalau seluruh kantor padam, jangan kaget
besok Anda ditegur pengelola gedung.
5. Sistem Perkabelan yang Benar
(Wiring)
Setiap kabel memiliki nilai hambatan
(R) dalam satuan Ohm. Nilainya bisa Anda lihat di bungkus kabel (jacket). Jika
kabel membentuk simpul berarti membentuk lilitan atau flux tunggal (N=1) dan
memiliki nilai induktansi(L) dalam satuan Henry (H). Jika simpul tersebut
ditumpuk, maka akan membentuk induktor dengan N>1. Jangan lupa, listrik PLN
itu arus bolak-balik (alternating current) jadi nilai induktansi di tempat
gulungan kabel tersebut berdenyut dengan frekuensi 50Hz (frekuensi tegangan
PLN) sehingga ada magnetic flux yang berdenyut di area tumpukan kabel tersebut.
Dengan demikian beban listrik Anda bertambah menjadi hambatan ditambah
induktansi. Itu sebabnya konsumsi daya akan lebih besar ketimbang membuat jalur
kabel yang lurus (tidak bergulung).
Tidak percaya? Gunakan obeng testpen
yang peka medan listrik dan medan magnet!
6. Gunakan Uninteruptible Power
System (UPS)
Ya, jangan serahkan sepenuhnya kepada PLN. Bersiaplah terjadi pemadaman
mendadak, karena pasokan listrik PLN memang kurang. Jika terjadi jatuh
tegangan, walaupun hanya 100 microseconds, itu waktu yang cukup lama untuk
prosesor. UPS yang bagus dapat mengcover jatuh tegangan dengan mulus sehingga
tidak terasa jatuh tegangan sama sekali. Namun biasanya cukup mahal. Kemampuan
UPS untuk mengcover jatuh tegangan dinamakan nilai Q. Cek spesifikasi UPS yang
Anda gunakan dan bandingkan nilai Q untuk UPS tersebut.
7. Selalu Gunakan Limited User
Buatlah user baru dengan group Users
(Limited user di Windows XP) dan lakukan pekerjaan sehari-hari menggunakan user
tersebut. Gunakan user Administrator untuk keperluan maintenance saja misalnya:
install/uninstall software, install/uninstall driver, backup, dll. Repot
sedikit tidak apa-apa, hanya makan waktu beberapa detik saja. Ketimbang
beresiko sering install ulang Windows yang makan waktu > 45 menit karena
kesalahan sepele?
8. Install dan Update Antivirus dan
Firewall
Antivirus dan Firewall apa saja cukup
baik kalau sering diupdate. Pasang di semua komputer di jaringan Anda. Mungkin
Anda sudah hati-hati dalam memindah-mindahkan file. Orang lain bagaimana?
Komputer atau laptop orang lain bagaimana? USB flashdisk orang lain bagaimana?
9. Lakukan Maintenance Berkala
(Scheduled Maintenance)
Untuk maintenance yang tidak
membutuhkan reboot server bisa dilakukan kapan saja antara lain: update Windows
Server 2003, membersihkan folder temporary dan cache, defragmentasi harddisk,
atau incremental database backup. Untuk maintenance yang membutuhkan reboot
server sebaiknya dijadwalkan beberapa hari sebelumnya misalnya: update service
pack, optimasi registry, dll. Untuk full database backup bisa dilakukan pada
malam hari karena tidak membutuhkan downtime yang lama.
10. Pekerjakan Tenaga Administrator
Jika Anda tidak memiliki keahlian yang cukup, Anda bisa mempekerjakan tenaga
Administrator yang mengerti administrasi sistem. Dalam hal ini ana tidak perlu
memilih SDM yang sangat ahli,cukup memilih mereka yang mampu mengetahui dengan
cepat sumber masalah yang terjadi,mampu mengkomunikasikannya dan bersedia
bekerja sama.Untuk kemampuan menggunakan browser,email,dan chatting merupakan
kemampuan dasar yang mutlak harus dimiliki.Untuk pemilihan SDM ini,anda tidak
perlu menggunakan jasa lulusan kuliahan,karena saya rasa untuk kemampuan
seperti diatas ,lulusan SMK pun sudah banyak yang mengerti dan menguasainya.ini
juga akan membantu penekanan biaya anggaran gaji untuk karyawan anda,karena
tentu standar gaji lulusan SMK dan kuliah pasti beda.
Nah, Anda tentu menemukan banyak hal
sepele yang sering diabaikan dalam mengelola server pulsa sendiri. Bisa jadi
karena Anda sibuk dengan masalah stok dan penjualan sehingga sistem terlantar.
Sistem komputer bukan cuma soal CPU,
RAM, harddisk, jaringan, software. Tapi juga soal perkabelan, supply listrik,
dan jangan lupa manusianya (brainware). Lebih dari 80 persen kerusakan adalah
akibat kecerobohan manusianya (human error), sisanya terjadi pada perangkat
hardware dan software.
Telantarkan sistem komputer Anda,
maka mereka akan membuat anda sakit kepala. Sayangi sistem komputer Anda dan
mereka akan bekerja menghasilkan uang banyak untuk Anda.
Itulah sekiranya beberapa cara
menjalankan server pulsa yang baik dan benar,Semoga bermanfaat, server Anda
awet, transaksi lancar dan naik terus, dan bisnis pulsa elektrik Anda sukses!